Ramainya Tengah Tahun Ini

Semakin gerah setelah melihat semakin banyaknya tuding menuding, hujat menghujat karena perbedaan. Yang sekarang lagi in ya masalah pemimpin negara kita ini. Sedihnya adalah justru orang awam atau yang ilmunya kurang mumpuni yang justru banyak komentar sehingga bisa memprovokasi satu dengan lainnya. Terutama soal kepemimpinan, Siapa yang tidak mau jadi pemimpin? Punya kekuasaan untuk memperoleh kepentingannya. That’s why everybody wants to be a leader. Tapi tanggung jawabnya juga besar loh, bukan cuma dimintai pertanggung jawaban dari yang dipimpin, tapi dari Tuhan juga. Alih-alih salah pimpin jatuhnya zolim. Dosa. But this is not our topic.

Tengah tahun ini berita jadi semakin menarik dan ramai karena ada pemilihan Presiden dan buntut-buntut perbandingan, pembelaan, penjatuhan dan penyesatannya. Ampun ya orang sekarang. Dulu jamannya kata bid’ah terngiang dimana-mana sekarang ga tanggung-tanggung langsung sesat. Pelintir sana pelintir sini eh maksudnya malah lain.
Wong orang punya kebebasan untuk berfikir kok. Tapi disini malah jadi senjata untuk memecah belah :(.

Belum lagi berita penyerangan Palestina oleh Israel yang entah kenapa Israel selalu menjadwalkan penyerangannya ketika Ramadhan :(. Ga menghargai peribadatan di bulan suci ya.

Simpang siur berita ujung-ujungnya dikaitkan dengan kepercayaan pada Yang Maha Esa. Sempitnya lagi, fanatisme terhadap satu golongan membuat semakin buta terhadap toleransi. Dan sayang mereka mereka itulah yang cepat mempengaruhi orang awam agar tersulut dan terjadi konfrontasi. (Termasuk saya yang menghela nafas setelah baca opini berat sebelah tapi ga tau mau komen apa, salah-salah nanti saya menyulut api baru dan di cap ini itu. Yasudahlah lah ya kalau kata Bondan.)
Berdalih karena dalam hadis “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Ya monggo disampaikan tapi bukan berarti menjatuhkan tho?

Sebenernya yang membuat saya menulis ini adalah setelah saya membaca artikel di beberapa group. Sebagai Muslim yang secara harfiah artinya adalah pemeluk Islam yang monoteisme berTuhan satu, Allah SWT, berkitab Al Qur’an, dan mempunyai Rasul Muhammad SAW serta menunggu kedatangannya Imam Mahdi penutup zaman, saya cukup sedih ketika membaca opini miring yang ujung-ujungnya malah bisa mencerai beraikan Muslim itu sendiri.
Tidakkah urusan keyakinan adalah milik hambaNya dengan Tuhan.

Seputar berita zionisme yang sudah mengaduk-aduk sisi politis hingga agama, ini secuplik artikel menarik yang saya kira berasal dari orang yang faham di bidangnya.

***

“Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, salah seorang relawan medis dan Presidium MER-C yang telah berpengalaman di berbagai lokasi perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, menuliskan analisanya terhadap konflik yang tengah terjadi di Suriah saat ini.

Suriah adalah negara dengan jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010). Komposisi penduduknya berdasarkan agama adalah Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen 10%, dll.

Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Assad yang menggantikan bapaknya, Hafesz Assad, seorang Marsekal. Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yang keras dan diktator. Bersama saudaranya Rifyad Assad, mereka membawa Suriah melalui masa-masa sulit terutama dalam perang 6 hari tahun 1967. Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen seorang mata-mata Israel yang menyusup ke pemerintah Suriah sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz kemudian menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara. Hafesz juga memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan karenanya. Namun di sisi lain dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yang pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.

Bashar jauh lebih lembut dari bapaknya karena dia orang sipil (dokter mata?). Kesalahan Bashar adalah track-record keluarganya yang keras dan diktator, tidak transparan soal keuangan negara dan belum mengembangkan proses demokrasi di negaranya. Tapi kelebihannya, dia kommit terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyediakan tempat buat Hamas di Suriah dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) Didukung penuh oleh Bashar karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.

Penulis bersama relawan MER-C pada saat berkunjung ke Lebanon saat-saat akhir perang 34 hari tahun 2006, menyaksikan bahwa kantor Hamas berada di kompleks Hizbullah yang hancur dihajar Israel saat perang 34 hari tahun 2006. Ini sengaja penulis kemukakan untuk Membantah bahwa Hizbullah Pura-pura kerjasama dengan Hamas. Hizbullah berhasil mengalahkan Israel dalam perang darat tersebut.
Saat ini yang jelas melakukan perlawanan Bersenjata di Timur Tengah terhadap Israel adalah Hamas dan Hizbullah. Penulis bersama relawan MER-C sempat menyaksikan dua pertempuran dahsyat dua kelompok ini melawan Israel. Penulis bersama relawan MER-C masuk ke Gaza saat Israel menyerang Gaza dengan dahsyatnya, 1-2 hari sebelum gencatan senjata. Dalam pertempuran ini, tepatnya 27 Desember 2009 sampai 18-19 Januari 2010, Hamas berhasil menahan laju serangan darat Israel bahkan mengalahkannya.

Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.
Tentu Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan kedua kelompok perlawan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel melakukan kebijakan blokade Gaza karena Hamas memerintah di sini dan terus melakukannya sampai saat ini.
Untuk melumpuhkan Hizbullah, secara logika yang mudah saja, Putus jalur pendukungnya. Jalur pendukung tersebut adalah Suriah. Oleh sebab itu Suriah harus dikuasai secara politik, yaitu GANTI PENGUASANYA !!

Saat ini di dunia Arab sedang ada trend mengganti penguasa yang sudah lama berkuasa dalam suatu gerakan Arab Spring dengan dalih untuk menegakkan demokrasi. Ini adalah road map-nya kebijakan luar negeri Amerika. Kita tahu kebijakan luar negeri AS ditentukan oleh badan-badan lobby Israel (AIPAC, ADL, CFR, RAND COORPORATION, Bilderberg dll). Dari penguasa yang sudah tumbang dan yang sedang diusahakan tumbang, Qadafi dan Bashar mempunyai Kontribusi Besar untuk Palestina. Penulis menyaksikan sendiri bantuan Qaddafi bertruk-truk antri di Raffah Mesir saat Gaza diserang Israel tahun 2009.

Rencana penurunan Bashar ini semata-mata bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak dan tiran atau tidak, karena ada penguasa Arab seperti ini tidak disuruh turun oleh AS, malah diajak kerjasama oleh AS utk menurunkan Qaddafi dan Bashar. Israel menginginkan Bashar Turun !! Seperti biasa Israel memperalat Amerika Serikat melalui kebijakan luar negerinya.

Bersamaan dengan semangat Arab Spring, Israel dan AS menunggangi isu ini utk menurunkan Bashar. Supaya lebih efektif isu ini ditambah tonasenya dengan isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yang disebut inkar sunnah.

Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki dan Eropa berada dalam satu blok melawan Rusia, Cina dan Iran dalam konflik Suriah ini.
Rusia sangat berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah karena tinggal Suriah tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Selain itu AS juga mengacak-acak Rusia dengan cara meletakkan perimeter anti rudalnya di bekas negara Uni Soviet seperti Georgia.

Cina tidak mau ketinggalan dalam melawan AS. Setelah berhasil menahan hegemoni AS dibidang ekonomi, Cina diancam oleh AS melalui pergerakan Angkatan Laut AS di Pasifik. Cina saat ini berhasil menciptakan kapal perang anti radar yang membuat AS khawatir.

Iran adalah negara yang tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan REVOLUSI 79 menumbangkan Raja Reza Pahlevi yang juga sahabat penguasa Saudi Arabia. Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yang paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara Syiah bukan negara Islam karena Syiah sesat.
Iran mempunyai kepentingan yang besar di Suriah karena Bashar bisa menjamin Jalur Logistik Hizbullah.

Israel dan Barat menggunakan segala cara untuk menurunkan Bashar termasuk mempersenjatai oposisi dengan senjata berat. Di sinilah peranan Saudi Arabia, Qatar dan sedkit Turki. Israel dan Barat juga menggunakan Media dan PBB untuk membantu mereka. Hal ini mulai terlihat ketika terjadinya pembantaian 25 Mei di Houla Suriah. Korban adalah penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita. BBC langsung menampilkan foto tumpukan korban pembantaian yang sudah dibungkus kain kaffan. Ternyata kemudian terkuak foto tersebut adalah foto korban pembantaian di Irak tahun 2003. Untung pengambil fotonya, Marco Di Lauro mengenali foto tersebut dan memprotes BBC. Pertanyaannya apakah ini keteledoran atau bagian dari kampanye anti Bashar?

UN Commisioner for Human Right membuat tuduhan bahwa yang melakukan pembantaian tersebut adalah milisi yang loyal dengan Bashar yaitu Shabiyya. Padahal mereka hanya dapat info dari Orang lokal per Telefon.
UN Security Council, korban di Houla adalah akibat tembakan Artileri dan Tank pada hari Minggu 27 Mei 2012. Tapi pada hari Selasa tanggal 29 Mei 2012 diralat oleh UN High Commission for Human Right bahwa korban Ditembak Dari jarak dekat dan Digorok lehernya. Tapi tuduhan tetap ke milisi pro Bashar. Kemudian terkuak bahwa yang terbunuh itu adalah Pendukung Bashar. Bagaimana mungkin sesama pendukung Bashar saling bunuh?

Tampak dengan jelas bagaimana media dan PBB berusaha MEMPERKERUH situasi supaya AS dan NATO dapat melakukan intervensi dengan payung PBB atas nama KEMANUSIAAN.
Konflik belum selesai, kita lihat bagaimana permainan Israel ini berjalan…”

Comment Ibu xxx:
“Memang begitulah skenarionya. Muslim diadu domba. AS sering menggunakan negara Arab untuk mendukungnya menghabisi orang yg tidak disukainya, dengan mengedepankan perbedaan ideologis, seperti inkarussunah, syiah, bahkan sesama sunni seperti Mursi pun bisa dicari dan diperbesar perbedaan ideologinya. Sampai salafi pun dibenturkan dengan IM. Dan celakanya di Indonesia pun IM banyak yg menghujat salafi. Dan salafi pun sinis kepada IM terutama karena korupsi di PKS.

Kalau di Indonesia hari ini terjadi chaos, kayaknya Zionis tinggal kipas kiri, kipas kanan. Akan saling menerkam. Saya sedih kalau baca-baca status FB teman-teman seputar pilpres kemarin. Mudah sekali menebar berita yg tidak valid. Mudah sekali mencela. Mudah sekali melontar fitnah.”

***

Kompleks? Ya. Duhai Muslim, semoga kita bisa bertanggung jawab terhadap apa yang kita ucapkan dan kita perbuat. Lakukanlah saja yang manfaat. Malulah ketika mengaku fanatik terhadap ‘golongan’ tertentu tapi malah melupakan moral dan menjatuhkan yang lain. Pun ketika stereotyping menjadi hal yang sulit dihindari, berhati-hatilah dalam menilai sesuatu. Jangan mencari jarum di tumpukan jerami, sulit ditemukan, yang ada hanya serapah dan mendustakan. Carilah kebenaran pada sumber yang tepat. Semoga umat Muslim selalu dilindungi Allah SWT dan mampu menghargai sesamanya serta umat lainNya. Aamiin.

image

image

***

Saya cinta damai maka saya harus menjaga perdamaian. Saya senang dihargai maka saya harus bisa menghargai. Saya tidak suka dihina maka saya tidak mau menghina. Saya tidak senang diremehkan maka saya tidak boleh meremehkan.

Demi saya yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, jodoh yang lebih baik, dan tanah airku Indonesia yang lebih baik.

***

P.s. jodoh tidaklah hanya semata pasangan hidup, namun menyangkut rezeki, karir, pendidikan, dan garis hidup yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. :v

https://www.evernote.com/shard/s420/sh/f004195a-fd05-49fb-9944-660f3a61768c/df0e7ceba7dd8b0245ce3b0005f66384

Iklan

image

This is the picture of hope. Someday I will found my partner. o:)

Hujan. Dan akhirnya setelah sekian lama saya tidak mengisi kolom ‘heartstrings’, tampaknya malam ini menjadi waktu yang pas karena entah kenapa dari minggu lalu wordpress agaknya maintenance atau mungkin karena paket modemnya yang kurang bagus, jadi banyak yang tertinggal dan belum tertulis. Lalu tersadar, saya sudah 23 tahun dan saya masih belum ‘melangkah’ yang katanya kebanyakan orang pada usia 22 tahun Anda akan merasakan dunia yang sebenarnya. Dunia yang sebenarnya yang seperti apa? Sepertinya pernyataan tersebut lebih condong kepada perjalanan kehidupan terutama karir, karena pada saat usia tersebut kebanyakan orang lulus dan merasakan pekerjaan pertamanya. Seperti pada artikel berikut bagus berikut ini http://www.businessinsider.co.id/what-successful-people-wish-knew-at-22-2014-5/ , tampaknya banyak sekali quotes dari orang terkenal yang bisa menjadi motivasi terutama untuk saya pribadi. Karena sebelumnya saya mengalami berbagai macam perasaan yang cepat sekali terjadi dan berubah bahkan bercampur, senang, sedih, marah, benci, cemas, hampa, ragu…

“Your performance will actually improve if you can commit to not only working hard, but also unplugging, recharging, and renewing yourself.” Arriana Huffington

You’re going to be rejected a lot. You’ll need thick skin to get through it. Oh, and work hard. That really matters. Please get that mole on your shoulder checked. And that guy you’re dating? Bad idea. Seriously.” Sallie Krawcheck

“There is wisdom in uncertainty — it opens a door to the unknown, and only from the unknown can life be renewed constantly.” Deepak Chopra

“Money will never define you. You define your money.” Suze Orman (I had it all wrong — all the things I was spending my money on added nothing to my self-worth.)

“One of the worst things you can do is sacrifice learning opportunities, growth, and valuable connections for ego and — in retrospect — paltry sums of short-term money, You owe it to your future self to make decisions today for the right reasons and the long term.” Clara Shih

“You’re responsible for your own branding from the beginning, and if you can get it done well, right at the start, and then protect it, that’s good.” Craig Newmark

“Don’t look at the clock. Learn what you’re good at and what you’re not good at. Know what to prioritize. Rise above drama. Stand out in your job interviews.” Rachel Zoe

“You should get to know people from every income level and understand their worlds. Second, is to understand the benefits of meditation, or other practices that calm your mind.” Jim Kim

“Have fun, rush less, breathe more, eat raw food, and take up yoga. Take a moment to nurture friendships – in person. Call them, make a plan, do something together — share experience. Laugh out loud every day.” Naomi Simson

“Tackle big challenges, learn a lot about numbers and words — and even more about people — read poetry, use data to guide your own behavior and drama to persuade others, move on when it’s time, be a good disciple until you’re ready to become a good leader, spend more time on your loved ones, and learn to dance.” Christoper Elliot

“Check out the book “Four-Fold Way” and spend time internalizing the wisdom.” Lora Cecere

 

About Prayer

This time I want to share you about some verses that I’ve read tonight. It’s about prayer at Quran Surah Al-Isra’ verse 78 to 79,

78. Establish prayer at the decline of the sun (from its meridian) until the darkness of the night and (also) The Quran of the dawn. Indeed, the recitation of dawn is ever witnessed.

78. Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

79. And from (part of) the night, pray with it as additional (worship) for you; it is expected that your Lord will resurrect you to a praised station.

79. Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

Those verses propose us to establish five Salat in three times, the decline of the sun for Zuhr and Ashr, the darkness of the night for Maghrib and Isha and The Quran of the dawn for Subuh prayer. Our Lord also give us additional reward for those who pray in the part of the night (Tahajud).

So, have you prayed today?

9:37 pm »

Men desire a beauty in a women but they admire modesty. Beauty fades but character stays. After a while the most beautiful women looks average, but the pious increase in beauty each day.
Imam Muhammad Al Baqir

Home is not a specific location. Its not always a certain building that’s simply called house. Many times home are people, along with memories I’ve created with them.
The Davincka Code: How Travel Inspiring You

Bumi Tuhan itu luas, mengapa harus berpuas diri dengan yang kini dipijak? ~ A

Soulmate

“People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they’re tear your down walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, their come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mate purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master…”

Elizabeth Gilbert

After Christmas Eve

Seringkali bertepatan sekali waktunya ketika saya membaca terjemahan Al-Qur’an. Baru saja saya membaca terjemahan QS Al-Maidah : 116-117

116.”Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai ‘Isa putra Maryam! Engkaulah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (‘Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”

117.”Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

*Merry Christmas son of Maria based on Julian calendar*

The Christ

The Christ

Tiga hari tentang ketahanan keluarga

Berawal dari mendapat souvenir pernikahan @na_polaris yang berupa buku saku tentang ketahanan keluarga. Bermanfaat banget naj bukunya 😀
Dilanjut dengan opini Ibu dosen yang tidak sengaja saya temukan kemarin di salah satu akun sosial media mengenai memilih pemimpin dilihat dari latar belakang keluarganya.
Kemudian menjelang siang tadi tidak sengaja menonton acara televisi tentang membangun bangsa melalui ketahanan keluarga dengan narasumber rektor UIN dan kepala BKKBN.
Akhirnya saya tergelitik untuk mengabadikan momen tersebut untuk dijadikan bahan tulisan di blog ini.

Ternyata target pernikahan tidak semata untuk mendapatkan seseorang sebagai suami atau isteri. Hal selanjutnya yang menjadi target utama adalah bagaimana dari pernikahan tersebut terwujud rumah tangga yang baik, melahirkan generasi yang baik dan memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara.

Mengutip dari isi buku saku oleh Ust. Drs. H. Ahmad Yani terdapat empat konsekuensi yang harus dibuktikan suami istri. Pertama adalah terikat sebagai suami istri. Kedua, terikat dalam syariat Islam untuk mau hidup sesuai ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya baik bersifat jasmaniah maupun rohaniah dan tidak peduli dengan komentar orang yang tidak paham. Sesuai dengan firmanNya pada QS Al-Jatsiyah [45] ayat 18: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at, maka ikutilah syari’at dari urusan itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”
Kemudian yang ketiga adalah memiliki keterikatan antar dua keluarga suami dan isteri sehingga memiliki tambahan kedua orang tua (mertua) yang harus diperlakukan dan dihormati sebagaimana orang tua sendiri, begitu pula orang tua yang memperlakukan menantunya seperti anak sendiri.
Keempat adalah memiliki keterikatan sebagai orang tua apabila pernikahan tersebut dikaruniai anak.

Pernikahan menjadi pintu gerbang dalam pembangunan keluarga. Oleh sebab itu harus memiliki ketahanan keluarga yang setidaknya terdiri dari lima aspek berikut.
Pertama yaitu memiliki kemandirian nilai Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ahqaf [46] ayat 13, “Tuhan kami ialah Allah. Kemudian mereka tetap istiqamah. Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”
Kedua adalah memiliki kemandirian ekonomi. Rasulullah bersabda, “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana dan menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya.” (HR Muslim dan Ahmad)
Ketiga yaitu tahan menghadapi goncangan keluarga. Kunci utama untuk memperkokoh ketahanan keluarga adalah konsolidasi suami isteri. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa [4]:19)
Poin keempat adalah keuletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial. Seperti terdapat dalam Hadis riwayat Qudha’i dari Jabir ra, “Sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Kelima yaitu mampu menyelesaikan problema yang dihadapi. Seperti terdapat dalam QS At-Thalaq [65] ayat 2 dan 3, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Dalam opini Ibu dosen, seseorang yang mampu menjadi pemimpin baik terlihat dari bagaimana ia dalam memimpin keluarganya.
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA mengatakan dalam tayangan acara televisi bahwa keluarga merupakan tempat melepas lelah setelah beraktivitas di luar. Selain itu melihat dari sudut pandang agama, keluarga merupakan baiti jannati, rumahku surgaku. Dalam hal ini beliau mengumpakan rumah sebagai taman yang tidak hanya mampu melepaskan penat namun juga terdapat tugas untuk menumbuhkan bibit-bibit baru di dalamnya.