goodpraise

Filosofi Sebuah Nama

وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيّاً

50. dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi

Bermula dari seseorang yang pernah mengatakan kepadaku,
“Namamu salah satu ayat favoritku.”

Orang tua selalu menginginkan kebaikan di dalam diri anaknya. Mereka mencari nama terbaik untuk diberi pada anaknya. Seorang penyair pernah berkata, “Apalah arti sebuah nama?” Seperti yang kita tahu, nama adalah do’a.

Alhamdulillah, Ummi dan Abi memberiku nama itu. Aku tau arti dari namaku tapi hanya sebatas tahu, belum memaknainya. Sampai seseorang menulis sesuatu dengan nama itu. Dia tuliskan artinya dengan ayat sebelumnya. Aku terdiam. Dia bilang nama yang indah. Ya, memang indah, sangat indah karena itu salah satu penggalan ayat yang diwahyukanNya kepada Rasulullah untuk umatNya. Nama itu melekat pada diriku. Anugrah yang diberikan olehNya melalui sebuah nama. Betapa Ummi dan Abi mendo’akan aku dengan nama yang mereka beri.

Sekilas teringat masa laluku, seharusnya aku malu. Aku yang tak mengerti, aku yang belum mencoba pahami, aku yang mengacuhkan indahnya sepenggal ayat yang mereka berikan padaku. Sedih. Aku malu. Hingga aku tersadar ada seseorang yang begitu memperhatikan di balik arti namaku. Aku saja sang pemilik nama tidak terlalu peduli. Astaghfirullah, selama ini aku menyia-nyiakan apa yang telah ada pada diriku. Seharusnya nama itu menjadi cerminan perilakuku. Astaghfirullah. Aku menangis dan menyesal. Betapa kini ku merasa mengingkari apa yang telah Allah anugerahkan kepadaku.

Aku harus berubah menjadi lebih baik. Biarlah waktu yang berlalu mendewasakan diriku. Aku harus bisa menunjukkan, kepada Sang Penciptaku, kepada penyampai wahyuNya, kepada kedua orangtuaku, dan kepada umatMu, bahwa aku hamba yang mengabdi padaMu, hamba yang mengharap ridha dan cinta kasihMu.

اهدنا الصرط المستقيم (٦
صرط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضالين (٧

6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Amin
250410

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s