It shouldn’t be broken

Setelah bercerita sedikit mengenai apa yang sedang saya alami, ternyata seorang kakak berbaik hati untuk mencarikan saya beberapa artikel yang membantu dalam memberikan beberapa sudut pandang baru. Dan sepertinya saya mulai tertarik dengan dunia psikologi. Hitung-hitung sebagai persiapan untuk berumah tangga nanti hehe 🙂

happy family

Broken home dapat dilihat dari dua aspek yaitu

(1) keluarga itu terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab salah satu dari kepala keluarga itu meninggal dunia atau telah bercerai,
(2) orang tua tidak bercerai akan tetapi struktur keluarga itu tidak utuh lagi karena ayah atau ibu sering tidak di rumah, atau tidak memperlihatkan kasih sayang lagi. Misalnya orang tua sering bertengkar sehingga keluarga itu tidak sehat secara psikologis.

Dari keluarga yang digambarkan di atas tadi, akan lahir anak-anak yang mengalami krisis kepribadian sehingga perilakunya sering tidak sesuai. Mereka mengalami gangguan emosional bahkan neurotik.
Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat.

Namun, broken home dapat juga diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena sering terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir pada perceraian. Kondisi ini menimbulkan dampak yang sangat besar terutama bagi anak-anak. Bisa saja anak jadi murung, sedih yang berkepanjangan, dan malu. Selain itu, anak juga kehilangan pegangan serta panutan dalam masa transisi menuju kedewasaan.
Karena orangtua merupakan contoh (role model), panutan, dan teladan bagi perkembangan anak-anaknya di masa remaja, terutama pada perkembangan psikis dan emosi, anak-anak perlu pengarahan, kontrol, serta perhatian yang cukup dari orang tua. Orangtua merupakan salah satu faktor sangat penting dalam pembentukan karakter anak-anak selain faktor lingkungan, sosial, dan pergaulan.

Faktor-faktor Penyebab

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan broken home adalah :
1.Ketidak dewasaan sikap orang tua

Ketidakdewasaan sikap orang tua salah satunya dilihat dari sikap egoisme dan egosentrime. Egoisme adalah suatu sifat buruk manusia yang mementingkan dirinya sendiri. Sedangkan egosentrisme adalah sikap yang menjadikan dirinya pusat perhatian yang diusahakan oleh seseorang dengan segala cara. Pada orang yang seperti ini orang lain tidaklah penting. Dia mementingkan dirinya sendiri dan bagaimana menarik perhatian pihak lain agar mengikutinya minimal memperhatikannya. Akibatnya orang lain sering tersinggung dan tidak mau mengikutinya. Misalnya ayah dan ibu bertengkar karena ayah tidak mau membantu mengurus anaknya yang kecil yang sedang menangis alasannya ayah akan pergi main badminton. Padahal ibu sedang sibuk di dapur. Ibu menjadi marah kepada ayah dan ayah pun membalas kemarahan tersebut, terjadilah pertengkaran hebat di depan anak-anaknya, suatu contoh yang buruk yang diberikan oleh keduanya. Egoisme orang tua akan berdampak kepada anaknya, yaitu timbulnya sifat membandel, sulit disuruh dan suka bertengkar dengan saudaranya. Adapun sikap membandel adalah aplikasi dari rasa marah terhadap orang tua yang egosentrisme. Seharusnya orang tua memberi contoh yang baik seperti suka bekerja sama, saling membantu, bersahabat dan ramah. Sifat-sifat ini adalah lawan dari egoisme atau egosentrisme.

2. Kehilangan kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak

Kurang atau putus komunikasi diantara anggota keluarga menyebabkan hilangnya kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak. Faktor kesibukan biasanya sering dianggap penyebab utama dari kurangnya komunikasi. Dimana ayah dan ibu bekerja dari pagi hingga sore hari, mereka tidak punya waktu untuk makan siang bersama, sholat berjamaah di rumah dimana ayah menjadi imam, sedang anggota keluarga menjadi jamaah. Di meja makan dan di tempat sholat berjamaah banyak hal yang bisa ditanyakan ayah atau ibu kepada anak-anaknya seperti pelajaran sekolah, teman di sekolah, kesedihan dan kesenangan yang dialami anak. Dan anak-anak akan mengungkapkan pengalaman perasaan dan pemikiran-pemikiran tentang kebaikan keluarga termasuk kritik terhadap orang tua mereka. Yang sering terjadi adalah kedua orang tua pulang hampir malam karena jalanan macet, badan capek, sampai di rumah mata sudah mengantuk dan tertidur. Tentu orang tidak mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dengan anak-anaknya.

Akibatnya anak-anak menjadi remaja yang tidak terurus secara psikologis, mereka mengambil keputusan-keputusan tertentu yang membahayakan dirinya seperti berteman dengan anak-anak nakal, merokok, meneguk alkohol, main kebut-kebutan di jalanan sehingga menyusahkan masyarakat. Dan bahaya jika anak terlibat menjadi pemakai narkoba.

Pada umur yang relatif labil yaitu, (+/-) 15 – 19 Tahun, pada masa remaja sampai dewasa inilah yang berbahaya dan bisa mempengaruhi psikologis anak, karena tidak menutup kemungkinan pada masa ini akan timbul pengaruh positif maupun pengaruh negatif yang terjadi pada anak tersebut, hal ini tergantung dari antisipasi yang akan di ambil oleh orang tua, dimana ia harus lebih memberi perhatian dan pengertian secara perlahan terhadap anak.

Memburuknya komunikasi diantara suami istri ini seringkali menjadi pemicu utama dalam keluarga broken home. Oleh sebab itu sangatlah penting rasa saling percaya, saling terbuka, dan saling suka diantara kedua pihak agar terjadi komunikasi yang efektif. Dalam keadaan ini, kematangan kepribadianlah yang menentukan penerimaan peran dari pasangan komunikasinya. Setiap individu dilahirkan dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda oleh sebab itu saling pengertian antarpasangan juga sangatlah penting.

Dalam suasana keluarga yang broken home bukan hanya komunikasi yang memburuk, tetapi juga terdapat aspek yang tidak relevan dalam hubungan itu, sehingga menyebabkan berkurangnya ketertarikan antardiri pasangannya. Lemahnya ketertarikan ini bisa berdampak pada pengabaian sosial termasuk pengabaian afektif (Affective Disregard). Dalam hal ini, dapat diuraikan bahwa dalam keluarga yang broken home antarpasangan terjadi pelemahan rasa saling menilai secara positif, yang terjadi penilaian menjadi cenderung negatif antara satu pasangan dengan pasangannya.

Dari semua fenomena di atas, akan bisa berdampak pada perkembangan psikologis anak dalam keluarga itu.

Anak yang broken home bukanlah hanya anak yang berasal dari ayah dan ibunya bercerai, namun anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh, dimana ayah dan ibunya tidak dapat berperan dan berfungsi sebagai orangtua yang sebenarnya. Tidak dapat dimungkiri kebutuhan ekonomi yang semakin sulit membuat setiap orang bekerja semakin keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, orangtua seringkali tidak menyadari kebutuhan psikologis anak yang sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan hidup. Anak membutuhkan kasih sayang berupa perhatian, sentuhan, teguran dan arahan dari ayah dan ibunya, bukan hanya dari pengasuhnya atau pun dari nenek kakeknya.

Perhatian yang diperlukan anak dari orangtuanya adalah disayangi dengan sepenuh hati dalam bentuk komunikasi verbal secara langsung dengan anak, meski hanya untuk menanyakan aktivitas sehari-harinya. Menanyakan sekolahnya, temannya, gurunya, mainannya, kesenangannya, hobinya, cita-cita dan keinginannya. Ada anak di sekolah yang merasa aneh, jika temannya mendapatkan perhatian seperti itu dari orangtuanya, karena zaman sekarang hal tersebut menjadi sangat mahal harganya dan tidak semua anak mendapatkannya.

Dampak dari keegoisan dan kesibukan orangtua serta kurangnya waktu untuk anak dalam memberikan kebutuhannya menjadikan anak memiliki karakter mudah emosi (sensitif), kurang konsentrasi belajar, tidak peduli terhadap lingkungan dan sesamanya, tidak tahu sopan santun, tidak tahu etika bermasyarakat, mudah marah dan cepat tersinggung, senang mencari perhatian orang, ingin menang sendiri, susah diatur, suka melawan orang tua, tidak memiliki tujuan hidup, dan kurang memiliki daya juang.

Solusi terbaik untuk anak-anak tersebut bukanlah psikolog, guru dan ulama, melainkan orangtua yaitu ayah dan ibunya di rumah yang dapat berperan dan berfungsi selayaknya orang tua. Anak-anak tidak akan berbicara secara verbal mengenai kebutuhan dan keinginan hati kecilnya, tetapi mereka akan berbicara dalam bentuk perilaku yang diperlihatkannya dalam keseharian. Alangkah bahagia dan senangnya anak-anak, jika orangtua dapat mengerti dan memahami fungsi dan peran orang tua sebagaimana mestinya. Andai saja orangtua dapat mengurangi keegoisannya dan menyisihkan waktu memenuhi kebutuhan psikologis anak-anaknya, maka anak akan menjadi generasi yang berintelektual tinggi dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan harapan dan cita-cita orangtuanya.

Pemaknaan cinta orangtua akan semakin mengarah pada negativitas seiring dengan munculnya beberapa hal berikut ini:
1. Ketiadaan perhatian fisikal yang dirasakan oleh remaja dalam keluarga broken home
2. Konfliks antara orangtuanya dirasakan semakin mengarah pada egoisme ayah-ibunya tanpa mempertimbangkan eksistensi remaja itu,
3. Kurangnya pemahaman spiritualisme dalam menghadapi kenyataan hidup berkaitan dengan situasi broken home,
4. Kurangnya sosialisasi dari lingkungan sosialnya untuk memandang hal itu dari sisi positif, dan
5. Taraf perkembangan sosioemosional yang belum dewasa.

Dampak pada anak-anak pada masa ketidakharmonisan, belum sampai bercerai namun sudah mulai tidak harmonis:
1. Anak mulai menderita kecemasan yang tinggi dan ketakutan.
2. Anak merasa jerjepit di tengah-tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah
3. Anak sering kali mempunyai rasa bersalah.
4. Kalau kedua orang tuanya sedang bertengkar, itu memungkinkan anak bisa membenci salah satu orang tuanya.

Dalam rumah tangga yang tidak sehat, yang bermasalah dan penuh dengan pertengkaran-pertengkaran bisa muncul 3 kategori anak.
1. Anak-anak yang memberontak yang menjadi masalah diluar. Anak yang jadi korban keluarga yang bercerai itu menjadi sangat nakal sekali karena:
1) Mempunyai kemarahan, kefrustrasian dan mau melampiaskannya.
2) Selain itu, anak korban perceraian jadi gampang marah karena mereka terlalu sering melihat orang tua bertengkar. Namun kemarahan juga bisa muncul karena:
• Dia harus hidup dalam ketegangan dan dia tidak suka hidup dalam ketegangan.
• Dia harus kehilangan hidup yang tenteram, yang hangat, dia jadi marah pada orang tuanya kok memberikan hidup yang seperti ini kepada mereka.
• Waktu orang tua bercerai, anak kebanyakan tinggal dengan mama, itu berarti ada yang terhilang dalam diri anak yakni figur otoritas, figur ayah.
2. Anak-anak yang bawaannya sedih, mengurung diri, dan menjadi depresi. Anak ini juga bisa kehilangan identitas sosialnya.

Beberapa psikolog menyatakan bahwa bantuan yang paling penting yang dapat diberikan oleh orangtua yang bercerai adalah mencoba menenteramkan hati dan meyakinkan anak-anak bahwa mereka tidak bersalah. Yakinkan bahwa mereka tidak perlu merasa harus ikut bertanggung jawab atas perceraian orangtuanya. Hal lain yang perlu dilakukan oleh orangtua yang akan bercerai adalah membantu anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan tetap menjalankan kegiatan-kegiatan rutin di rumah. Jangan memaksa anak-anak untuk memihak salah satu pihak yang sedang cekcok, dan jangan sekali-sekali melibatkan mereka dalam proses perceraian tersebut. Hal lain yang dapat membantu anak-anak adalah mencarikan orang dewasa lain seperti bibi atau paman, yang untuk sementara dapat mengisi kekosongan hati mereka setelah ditinggal ayah atau ibunya. Maksudnya, supaya anak-anak merasa mendapatkan topangan yang memperkuat mereka dalam mencari figur pengganti ayah ibu yang tidak lagi hadir seperti ketika belum ada perceraian.

Berikut ini beberapa saran untuk mengatasi kesedihan anak dalam melewati proses perceraian orang tuanya:
• Dukung anak Anda untuk mengungkapkan perasaan mereka, baik yang positif maupun negatif, mengenai apa yang sudah terjadi.
• Beri kesempatan pada anak untuk membicarakan mengenai perceraian dan bagaimana perceraian tersebut berpengaruh pada dirinya.
• Bila Anda merasa tidak sanggup membantu anak, minta orang lain melakukannya. Misalnya, sanak keluarga yang dekat dengan si anak.
• Jangan menjelek-jelekan mantan pasangan di depan anak walaupun Anda masih marah atau bermusuhan dengan bekas suami.
• Anak-anak tidak perlu merasa mereka harus bertindak sebagai “penyambung lidah” bagi kedua orang tuanya.
• Minta dukungan dari sanak keluarga dan teman-teman dekat. Orang tua tunggal memerlukan dukungan.
• Bilamana mungkin, dukung anak-anak agar memiliki pandangan yang positif terhadap kedua orang tuanya.

Sumber:
FKSU dan Jurnal dari Psikologi Gundar

Iklan

Allergic to Sunlight

Is that mean I’m a vampire? :p
Well not…

Sinar matahari bisa menyebabkan alergi. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet atau UV. Sinar UV ini akan menyebabkan perubahan protein pada sel-sel kulit. Pada gilirannya sistem kekebalan tubuh akan salah mengenali protein tersebut. Sistem kekebalan menganggapanya benda asing yang berbahaya dan harus dilenyapkan. Untuk itu, dilepaskanlah berbagai macam substansi, dimana substansi ini akan memicu timbulnya gejala alergi. Gejala alergi sinar matahari antara lain adalah bentol merah disertai gatal di wilayah yang terpapar. Kadang-kadang bentol-bentol tersebut berisi cairan.

Tips untuk mengatasi alergi:

Saat ini obat Herbal yang sangat bermanfaat untuk mencegah alergi yaitu Habbatussauda, dapat dikonsumsi setiap hari dengan berupa hasil ekstraksi ataupun dalam bentuk minyak contoh Habbat Ekstrac atau Syasfin Oil, ditambah Imunocap untuk meningkatka daya tahan tubuh (Produk Klinik Sehat). Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur, Hindari makanan yang tinggi akan protein seperti Ikan laut dan telur, penyedap rasa, makanan dan minuman instan, pengawet, pewarna, pemanis makanan. Hindari Stress yang meningkat dan timbulkan kepercayaan diri agar dapat menahan secara langsung bentuk reaksi alergi yang timbul dari berbagai hal yang mungkin terjadi. Perbanyak berolah-raga pada pagi hari dengan mencoba membiasakan tubuh untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan apabila memungkinkan cobalah dengan terapi yang di Sunahkan yaitu dengan melakukan Bekam untuk mendetoksifikasi racun tubuh dan memperlancar aliran darah pada seluruh tubuh.

Untuk mengatasi pembengkakan akibat sinar matahari kita dapat menggunakan mentimun. Mentimun merupakan salah satu sumber silika. Silika adalah mineral yang berkontribusi memberikan kekuatan untuk jaringan ikat pada tubuh. Mentimun juga mengandung asam askorbat dan caffeic acids. Kedua asam tersebut mencegah terjadinya retensi air dalam tubuh. Mentimun efektif digunakan untuk berbagai masalah kulit, termasuk bengkak atau lingkaran kehitaman di sekitar mata, terbakar karena sinar matahari, dan peradangan kulit. Selain itu, parutan mentimun juga bisa digunakan sebagai masker dan tonik untuk wajah dan leher.

More info please visit
Sunallergy.org
mayoclinic.com
dailymail.co.uk/health

Sumber:

catatandokter.com
kliniksehat.com
oketips.com

Gangguan Kecemasan-Generalized Anxiety Disorder (GAD)

DEFINISI

Suatu hal yang wajar jika Anda merasa gelisah, khususnya ketika mengalami stres. Tetapi jika anda mengalami kegelisahan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari anda mungkin memiliki generalized anxiety disorder atau gangguan kecemasan umum.

GAD dapat dialami pada saat kanak-kanak atau saat dewasa. GAD ini sama dengan perasaan panik, obsesif-kompulsif dan jenis lain dari kegelisahan, akan tetapi berbeda kondisinya.

Hidup dengan GAD dapat menjadi tantangan jangka panjang. Pada beberapa kasus, ini terjadi bersamaan dengan penyebab kegelisahan lain dan juga suasana hati yang kacau. Pada banyak kasus, GAD diatasi dengan pengobatan medis atau psikoterapi. Membuat perubahan gaya hidup, mempelajari skill dan kemampuan tertentu serta menggunakan teknik relaksasi juga dapat membantu.

GEJALA

Gejala GAD dapat berbeda-beda dan saling berkombinasi. Yang termasuk di dalamnya adalah :

• Secara konstan mengkhawatirkan sesuatu hal baik itu pada sesuatu yang kecil maupun besar
• Gelisah
• Lelah
• Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong
• Lekas marah
• Ketegangan pada otot atau nyeri pada otot
• Gemetar, merasa gugup atau gampang terkejut
• Sulit tidur
• Berkeringat, mual atau diare
• Napas yang pendek atau detak jantung yang cepat

GAD ini seringkali dimulai saat usia muda dan memiliki tanda dan gejala yang berkembang dengan perlahan daripada penyakit kegelisahan lainnya. Banyak orang dengan GAD tidak dapat mengingat kembali kapan saat mereka merasa santai dan tentram.

GAD merupakan kondisi kronis dimana membutuhkan pengobatan secara berkelanjutan. Selama pengobatan, anda mungkin tidak akan merasa gelisah sepanjang waktu. Akan tetapi anda rentan menjadi gelisah, khususnya ketika anda merasa stress.

GAD biasanya terjadi bersamaan dengan penyakit mental lain, seperti penyakit kegelisahan lain, atau masalah dengan suasana hati anda. Secara umum dapat terjadi bersamaan dengan rasa depresi.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Seperti pada banyak kondisi mental lainnya, apa yang menyebabkan GAD tidak sepenuhnya dimengerti. Hal ini mungkin alami seiring terjadinya proses kimia pada otak (neurotransmitter), seperti serotonin, dopamine, dan norepinephrine. Hal seperti ini juga terjadi pada beberapa kasus yang melibatkan faktor genetik, lingkungan dan juga stres.

Faktor risiko

Hal yang dapat meningkatkan risiko GAD ini termasuk:
• Wanita. Wanita dua kali lebih banyak didiagnosis mengalami GAD.
• Kesulitan pada masa kecil. Anak-anak yang mengalami trauma, termasuk yang menyaksikan kejadian traumatis, lebih tinggi berisiko mengalami penyakit generalized anxiety disorder pada beberapa saat dihidupnya.
• Penyakit. Memiliki kondisi penyakit yang kronis atau serius seperti kanker dapat menyebabkan kekhawatiran yang signifikan tentang masa depan, pengobatan dan juga keuangan.
• Stres. Kejadian besar atau membuat situasi yang memberikan tekanan dapat memicu kegelisahan.
• Kepribadian. Orang-orang dengan beberapa jenis kepribadian cenderung untuk terkena penyakit generalized anxiety disorder daripada orang lainnya. Sebagai tambahan, beberapa masalah kepribadian juga berhubungan dengan masalah generalized anxiety disorder.
• Genetik. Penyakit GAD dapat menurun dari keluarga.
• Penggunaan zat. Penyalahgunaan obat atau alkohol dapat memperburuk penyakit kegelisahan. Kafein dan nikotin juga dapat menyebabkan GAD

Pencegahan

Tidak ada cara untuk memprediksi apa yang akan menyebabkan seseorang terkena GAD untuk pertama kali, tapi anda dapat mengambil langkah berikut untuk mengurangi dampak dari gejala jika anda gelisah:
• Cari pertolongan sedini mungkin. GAD, seperti halnya kondisi mental lainnya, dapat sulit untuk diatasi jika anda menunda waktu pengobatan.
• Jaga keseharian anda. Tetap pada rutinitas hidup anda dapat menolong anda dan kesehatan mental anda. Serta identifikasi apa yang menyebabkan anda stress dan kira-kira apa yang dapat menolong anda untuk dapat merasa lebih baik.
• Prioritaskan hidup anda. Anda dapat mengurangi kegelisahan dengan mengatur waktu dan energi anda secara berhati-hati.
• Hindari penggunaan zat yang tidak sehat. Alkohol dan penggunaan obat bahkan penggunaan kafein atau nikotin dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk kegelisahan. Jika anda tidak dapat menenangkan diri, temui dokter atau temukan kelompok pendukung untuk menolong anda.

Source: Kompas.com