About Prayer

This time I want to share you about some verses that I’ve read tonight. It’s about prayer at Quran Surah Al-Isra’ verse 78 to 79,

78. Establish prayer at the decline of the sun (from its meridian) until the darkness of the night and (also) The Quran of the dawn. Indeed, the recitation of dawn is ever witnessed.

78. Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

79. And from (part of) the night, pray with it as additional (worship) for you; it is expected that your Lord will resurrect you to a praised station.

79. Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

Those verses propose us to establish five Salat in three times, the decline of the sun for Zuhr and Ashr, the darkness of the night for Maghrib and Isha and The Quran of the dawn for Subuh prayer. Our Lord also give us additional reward for those who pray in the part of the night (Tahajud).

So, have you prayed today?

After Christmas Eve

Seringkali bertepatan sekali waktunya ketika saya membaca terjemahan Al-Qur’an. Baru saja saya membaca terjemahan QS Al-Maidah : 116-117

116.”Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai ‘Isa putra Maryam! Engkaulah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (‘Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”

117.”Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

*Merry Christmas son of Maria based on Julian calendar*

The Christ

The Christ

Another Camp

Here’s another time for me to enjoy this life before signing the contract with a company (hope soon, I almost put my hands up when I couldn’t get a fixed income, the other day I try to earn money with my own way, get bigger, get bigger please! Well, this part is not to talk about it).

Back to the title, this National Youth Camp held by Ahlulbayt Indonesia in Mekarsari Camping Ground. I joined this event to acquaint with people there. I think I was the eldest woman participant there, seems that I should being the committee there. ( Anyway my friends there put me down as high school graduate, 19th! :3 ) Never mind, I know nothing about the core, I’m just had a feeling that I must gather friends there. It works :).

We enjoyed the event. Ceremonial, information about disaster from central PMI, discussion, speech, pray together, outbound, culture night and walk in the middle watch. I felt the ambiance and the diversity like the orientation on my campus. ๐Ÿ™‚ . It’s not easy to held the national event for the first time. Thumbs up for the committee. They said that was just the level one, I can’t wait for the level two guys!

Third Tent

Kekuatan di antara Dua Kelemahan

Bulan Mei kemarin saya berkesempatan kembali untuk menghadiri kajian setelah beberapa bulan vakum. Kali ini diisi oleh Ust. Muhammad bin Alwi yang membahas tentang Pemuda. Kajian ini merupakan kajian perdana dan memang rata-rata dihadiri oleh anak muda meski diantaranya terdapat beberapa ibu dan bapak muda. Beliau memulai dari QS Arrum ayat 54

54. Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa terdapat masa kekuatan di antara 2 kelemahan. Manusia diciptakan dan dikembalikan dalam keadaan lemah. Sementara masa kekuatan (Quwwah) tersebut tidak lain adalah masanya pemuda. Dilanjutkan dalam QS AlHajj ayat 5 mengenai penciptaan manusia. Allah memberi petunjuk kepada manusia agar menjadi sempurna (Asyuddakum).

5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Dalam QS Almu’min ayat 67 juga disebutkan mengenai penciptaan manusia dari tanah dan fase perjalanan kehidupannya hingga diwafatkan.

67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).

Imam Shadiq disebut pemuda karena kekuatan imannya. Siapa yang beriman dan bertakwa pada Allah maka dia disebut pemuda. Pemuda berada pada masa kekuatan diantara 2 kelemahan (kanak-kanak dan tua).

Islam mengajak pada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Siapa yang beramal baik laki maupun perempuan maka akan diberi kebahagiaan baik dunia maupun akhirat. Asal tahu tujuan dan tahu cara me-managenya. Tahu tujuan akhirnya yaitu akhirat. Tahu akhirat, hidup untuk menegakkan, memperjuangkan,melaksanakan kebenaran.
Jangan mencari kelemahan orang lain tapi cari kelebihan orang lain dan syiddah/quwwah.

Iqra’ bismirabbik!
Kekuatan untuk bergerak adalah keyakinan. Sementara orang yang ragu tidak akan pernah berbuat (Attaubah).
Tidak ada nabi yang diutus Allah kecuali dengan mukjizat, tujuannya supaya umatnya yakin.
Kenali Allah yang memerintah dan yang melarang.
Taklid adalah penghargaan, laksanakan dan jangan laksanakan untuk penghargaan. Kaum wanita dapat penghargaan lebih dulu dengan mendapatkan taklif (haid) terlebih dahulu.

Allah itu mutlak :
1. Arrahmanurrahimin.
2. Allah jauh lebih mencintai kita daripada kita mencintai diri sendiri, juga seperti cinta seorang ibu terhadap anaknya.
3. Allah tidak pernah memberi sesuatu kepada kita kecuali yang terbaik.
4. Allah yang paling tahu yang terbaik dan maslahat untuk kita.
Kalau itu baik maka tidak akan dijauhkan dari kita.
Hamba yg setia yaitu hamba yg menerima ketentuan Allah.

Setelah penyampaian materi, Beliau membuka sesi tanya jawab. Diantaranya membahas hal-hal sebagai berikut:

    Dalam QS Annisa:79 menyebutkan bahwa yang buruk merupakan andil dari diri kita

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri…”

    Allah mempunyai sunnatullah, anak yang lahir cacat lebih kepada beban orang tua itu sendiri bukan beban pada anaknya.
    Keyakinan kembali kepada percayanya kita kepada pembawa berita.

Terakhir Beliau menutup dengan beberapa kata…

“Sekecil apapun kalau kita mau bergerak Allah pasti tunjukkan, pesimis berarti berburuk sangka kepada Allah.”

strength

180513

Muslimah Berkarya

Januari 26, 2013

Berawal dari ajakan seorang teman untuk mengikuti salah satu pengajian di bilangan jakarta selatan, Al-Azhar Pusat, yang diadakan oleh komunitas muslimah HC Jakarta. Materi ini disampaikan oleh Ust. Erika dan sangat menarik yaitu mengenai muslimah yang berkarya.
Dalam QS At-Taubah ayat 105:

105. Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dari ayat tersebut disebutkan bahwa Allah menyuruh hamba-Nya untuk bekerja, termasuk muslimah juga wajib berkarya. Namun tetap harus menjaga fitrah dan kodratnya. Seperti yang terdapat dalam surat An-Nur ayat 31:

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. “

Dan juga pada QS Al-Ahzab ayat 59:

59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari kedua ayat di atas disebutkan bahwa bagaimana seharusnya seorang wanita muslimah berpakaian dan kepada siapa saja boleh menampakkan auratnya. Selanjutnya pada QS Al-A’raf ayat 26 disebutkan mengenai pengertian pakaian:

26. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Ayat tersebut menyebutkan bahwa pakaian digunakan sebagai penutup aurat dan juga perhiasan. Akan tetapi sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa. Pakaian ketakwaan harus dijadikan kebiasaan, tidak hanya terbiasa menggunakan baju bagus namun juga perilaku yang lebih baik lagi.

Wanita boleh berkarya dengan tetap memperhatikan batasan-batasannya. Keridhaan Allah di atas segalanya meskipun suami dan orang tua ridha. Wanita juga tidak boleh bepergian sebagai musafir apabila tidak ada mahramnya.

Yang seringkali menjadi dilema bagi wanita muda adalah antara karir dan pernikahan. Penting nih untuk persiapan kita berkeluarga ke depannya. Antara karir dan pernikahan harus memperhatikan unsur manfaat yang besar untuk umat, anak, dan suami daripada mudharatnya. Wanita berkarya bukan untuk mencari nafkah tapi untuk berkontribusi. Seperti yang terdapat pada QS An-Nisa ayat 34:

34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…..

Beliau juga menjelaskan QS An-Nur ayat 60 mengenai wanita menopouse yang boleh menanggalkan pakaian luar/abayanya dan tidak bermaksud untuk tabarruj (menampakkan perhiasan):

60. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian* mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

*pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat

Sebenarnya banyak materi yang disampaikan oleh Ust. Erika, namun saya tidak lengkap mencatatnya. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat kita sebagai wanita agar tetap istiqomah dijalan-Nya!

Hidayah di tangan Allah dan diberikan hanya kepada orang yang mau.

Yaumul Mahabbah (1 Dzulhijjah 1433 H)

Imam Ali (as) datang untuk meminang Sayyidah Fathimah Az-Zahra (as).

Rasulullah saw bersabda :

โ€œWahai Ali, orang-orang telah mendahuluimu meminang Fathimah kepadaku. Setiap kali ku sampaikan (itu) kepada putriku, tidak tampak persetujuan darinya. Karena itu biarlah aku berbicara padanya tentangmuโ€

Setelah itu, Nabi (saww) menemui Sayyidah Fathimah (as) dan berkata :

โ€œSesungguhnya Ali bin Abi Thalib telah masyhur keluarga dan keutamaannya dalam Islam. Aku mohon kepada Tuhanku untuk menikahkanmu dengan makhluk-NYA yang paling baik dan paling dicintai-NYA. Bagaimana pendapatmu wahai Fathimah.?โ€

Sayyidah Fathimah (as) terdiam, dan Rasulullah (saww) pun keluar seraya berkata;

โ€œAllahu Akbar..! Diamnya Fathimah (as) adalah persetujuan darinyaโ€

Rasulullah (saww) kembali menemui Imam Ali (as) dan menyampaikan kabar gembira perihal persetujuan Sayyidah Fathimah (as).

Dalam riwayat lain disebutkan, Imam Ali menemui Rasulullah (saww) yang saat itu brada di rumah Ummu Salamah, ketika sampai didepan rumah Rasulullah (saww) Imam Ali mengetuk pintunya. Rasul (saww) berkata kepada Ummu Salamah;

โ€œBukalah pintu, orang yang mengetuk pintu adalah orang yang dicintai Allah dan Rasul-NYA, dan dia jiga mencintai Allah dan Rasul-NYAโ€

Ummu Salamah bertanya :

โ€œWahai Rasulullah, Ayah dan ibuku menjadi tebusan anda, siapakah yang anda maksud?โ€

Rasulullah (saww) bersabda :

โ€œWahai Ummu Salamah, diamlah, Dia Ksatria, lelaki pemberani, saudara putra paman, dan orang tercinta di sisikuโ€

Ummu Salamah bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu. Imam Ali (as) masuk dan mengucapkan salam kepada Rasulullah (saww), beliau duduk dekat Rasulullah (saww). Wajah Imam Ali (as) memerah lantaran malu. Beliau menundukkan kepala terdiam; tak mampu mengutarakan niatnya.

Beberapa saat berlalu dan keduanya tetap diam. Rasulullah (saww) memecah keheningan itu dengan bersabda;

โ€œWahai Ali, tampaknya engkau datang menemuiku untuk suatu keperluan, namun engkau malu mengutarakannya. Sampaikanlah keperluanmu tanpa malu dan yakinlah keinginanmu pasti diterimaโ€

Imam Ali (as) menjawab,

โ€œWahai Rasulullah (saww), ayah dan ibu saya menjadi tebusan Anda..! Saya tumbuh besar di rumah Anda dan beroleh pendidikan dari Anda. Anda lebih baik ketimbang ayah dan ibu saya dalam mendidik saya. Saya beroleh hidayah melalui berkah keberadaan Anda. Wahai Rasulullah, Demi Allah, Anda adalah kekayaan dunia dan akhirat saya. Sekarang, telah tiba saatnya untuk membina sebuah rumah tangga, sehingga beroleh keterangan darinya. Jika Anda memandang baik, nikahkanlah saya dengan Fathimah. Sesungguhnya itu kebahagiaan terbesar bagi saya.โ€

Rasulullah merasa senang mendengar pernyataan Imam Ali (as). Beliau berkata :โ€œSabarlah, saya ingin tahu bagaimana pendapat Fathimah tentang hal iniโ€

Kemudian Rasulullah (saww) menemui Sayyidah Fathimah (as) dan berkata kepadanya :โ€œWahai putriku, Ali bin Abi Thalib datang meminangmu, setujukah bila aku menikahkanmu dengannya?โ€

Sayyidah Fathimah terdiam lantaran malu, namun tidak menunjukkan sikap menolak. Rasulullah (saww) paham bahwa diamnya Sayyidah Fathimah (as) merupakan tanda persetujuan darinya. Oleh karena itu Rasulullah (saww) berkata : โ€œAllahu Akbar..! Diamnya Fathimah adalah setujuโ€ (Abbas Azizi, 360 Fadhail Mashaib wa Karamat-e Fatimaeh)

Dalam kitab Hilyah al Auliya (5/59) Hafidz Abu Nuโ€™aim menukilkan dr Ibn Masโ€™ud :

Acara pernikahan Sayyidah Fathimah dilangsungkan malam hari.

Keesokan harinya, Sayyidah Fathimah (as) menderita demam. Untuk menghibur putrinya, Rasulullah (saww) berkata kpd putrinya :

โ€œWahai Fathimah, aku menikahkanmu dengan seorang laki-laki yang di dunia ini merupakan pemimpin dan orang besar, sedangkan di akahirat dia termasuk orang-orang shaleh dan baik. Wahai Fathimah, takala Allah berkehendak menikahkanmu dengan Ali, Dia memerintahka Malaikat Jibril agar berdiri di langit keempat dan membacakan khutbah nikah dihadapan para malaikat yang berbaris-baris. Kemudian Allah memerintahkan kepada pohon-pohon surga agar membawa mutiara-mutiara dan menebarkannya kepada para malaikat. Setiap malaikat yang beroleh mutiara lebih banyak, maka dia membanggakan diri atas malaikat lain hingga hari kiamatโ€

Ummu Salamah menuturkan : โ€œSayyidah Fathimah membanggakan diri diatas para wanita lain, lantaran beliau adalah wanita pertama yang khutbah nikahnya dibacakan malaikat Jibril.

==

Allahumma shalli โ€˜ala Muhammad wa Aaali Muhammad ..

Ya Allah..Andai Kau berkenan Limpahkanlah rasa cinta pada kami,

yang Kau jadikan pengikut Rindu Rasulullah (saww) dan Khadijah Al Kubra (as),

yang Kau jadikan mata air kasih sayang Ali bin Abi Thalib (as) dan Fathimah Az-Zahra (as),

dan yang Kau jadikan Penghias keluarga Nabi-MU yang suci..

Semoga sepercik kebahagiaan kedua Manusia Agung itu akan kita rasakan juga kelak bersama seseorang yang kita cintai..

Allahumma shalli โ€˜ala Muhammad wa Aali Muhammad ..

Selamat Yaumul Mahabbah bagi pecinta Imam Ali (as) dan Sayyidah Fathimah (as).

Oleh: Haydar Syarif Alhusayn

โ€ฆSeek the face of Allah thereby

Fa firroo ila-llaah

โ€œLet not the people come to know except of your happiness, and let them not see except your smile. If life becomes constricted upon you, then within the Qurโ€™an is your orchard. If you feel curtailed and restricted, then to the heavens raise your call. And if they ask you of your affairs, then praise Allah and smile.

If you see an ant on the path, then do not crush it, and seek the Face of Allah thereby, so that He will have mercy on you like you had mercy on it, and remember that it glorifies Allah, so do not halt this glorification by killing it.

And if you pass by a bird drinking from the blessing of water, then do not pass close to it in case you startle it, and seek the Face of Allah thereby, so that He grants you safety on the Day when heartsโ€ฆ

Lihat pos aslinya 130 kata lagi

At Thariq – Yang Datang di Malam Hari

86:1. Demi langit dan yang datang pada malam hari,

86:2. tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?,

86:3. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,

86:4. tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.

86:5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

86:6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,

86:7. yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

86:8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

86:9. Pada hari dinampakkan segala rahasia,

86:10. maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong.

๏ฟผ
86:11. Demi langit yang mengandung hujan,

86:12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

86:13. sesungguhnya Al Qurโ€™an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil,

86:14. dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.

86:15. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

86:16. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

86:17. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

The Time

Hello morning…
You always have a sun to keep yours shining
But sometimes you have too much cloud and make it gloomy
Then eventually becomes rain and I’m sure you didn’t mean to make it sorrow

Hello morning…
I’m glad to have you beam serenely today
It feels better when you know that the whole world also celebrate the day
Healing
That pain

Anyway I shouldn’t make it worst
The morning too happy to be ignored
Smiling, smiling you can keep that precious thing

Noon,
Then the afternoon
It would never regret to keep the sun brighting an earth
Giving pleasure
So we could see they grow they move they run
Sometimes hot but I’m sure there’s a way to cooling down
Get that shady

Smoothly it slipping down
And the sky turn to saffron, grizzle
Hey evening comes!
Having the time off
Do not too busy with the dunya
You have HIM
“then which of your Lord will you deny?”

That grizzle thing becomes darker gently
But HE always grants the glory for HIS serf
The sprinkle of stars
Creating illumination, sparkling and gleaming
Where you couldn’t stop to staring
Until you said,

Good Night ๐Ÿ™‚

p.s. It’s not good for you still awake until midnight but wake up for the late night is the extraordinary time for someone with his Lord

July 26th and August 28th

Repentance

Stop Complaining..
Do you see? There’s still a light out there..
You can’t just wait..
You must move and do something to reach that light..
Remember, with the sincere of intention, He’ll always show you the way..
Be patient, every good deeds always get the greatest indeed..
Istiqomah, InsyaAllah, Amin.

15 Ramadhan 1433 H

***

Al-Iโ€™tiraf

Plea in Confession & Avoidance by Repentance

ุงูู„ูฐู‡ููŠู’ ู„ูŽุณู’ุชู ู„ูู„ู’ููุฑู’ุฏูŽูˆู’ุณู ุงูŽู‡ู’ู„ู‹ุง
ูˆูŽู„ูŽุง ุงูŽู‚ู’ูˆูฐู‰ ุนูŽู„ูฐู‰ ู†ูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุญูู€ูŠู’ู…ู
ููŽู‡ูŽุจู’ ู„ููŠู’ ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู‘ุงุบู’ู€ููุฑู’ ุฐูู†ูู€ูˆู’ ุจููŠ
ููŽุงูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุบูŽุงููุฑู ุงู„ุฐูŽู‘ู†ู’ุจู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู

God, I certainly do not deserve to enter Paradise (on account of my sins),
and I definitely do not possess the ability to endure the fires of Hell.
So allow me to repent (sincerely) and forgive all my sins (past, present & future)
for You are surely the Forgiver of all sins โ€“ however minor or severe.

ุฐูู†ููˆู’ุจููŠู’ ู…ูุซู’ู„ู ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุฏู ุงู„ุฑูู‘ู…ูŽุงู„ู
ููŽู‡ูŽุจู’ู„ููŠู’ ุชูŽู€ูˆู’ุจูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู
ูˆูŽุนูู€ู…ู’ุฑููŠู’ ู†ูŽุงู‚ูุตูŒ ูููŠู’ ูƒูู„ูู‘ ูŠูŽู€ูˆู’ู…ู
ูˆูŽุฐูŽู†ู’ุจููŠู’ ุฒูŽุงุฆูุฏูŒ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุงุญู’ุชูู…ูŽุงู„ู

My sins exceed in number the grains of sand that line the shores of the sea.
So allow me to repent (sincerely), O Majestic Lord who possesses all Glory.
My lifetime decreases every passing day,
while my sins keep increasing helplessly.

ุงูู„ูฐู‡ููŠู’ ู„ูŽุณู’ุชู ู„ูู„ู’ููุฑู’ุฏูŽูˆู’ุณู ุงูŽู‡ู’ู„ู‹ุง
ูˆูŽู„ูŽุง ุงูŽู‚ู’ูˆูฐู‰ ุนูŽู„ูฐู‰ ู†ูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุญูู€ูŠู’ู…ู
ููŽู‡ูŽุจู’ ู„ููŠู’ ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู‘ุงุบู’ู€ููุฑู’ ุฐูู†ูู€ูˆู’ ุจููŠ
ููŽุงูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุบูŽุงููุฑู ุงู„ุฐูŽู‘ู†ู’ุจู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู

God, I certainly do not deserve to enter Paradise (on account of my sins),
and I definitely do not possess the ability to endure the fires of Hell.
So allow me to repent (sincerely) and forgive all my sins (past, present & future)
for You are surely the Forgiver of all sins โ€“ however minor or severe.

ุงูู„ูฐู‡ููŠู’ ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงุตููŠู’ ุงูŽุชูŽุงูƒูŽ
ู…ูู‚ูุฑู‹ู‘ุง ุจูุงู„ุฐูู‘ู†ููˆู’ุจู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฏูŽุนูŽุงูƒูŽ
ููŽุงูู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ููŽุงูŽู†ู’ุชูŽ ู„ูุฐูŽุงูƒูŽ ุงูŽู‡ู’ู„ูŒ
ูˆูŽุงูู†ู’ ุชูŽุทู’ุฑูุฏู’ ููŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุฑู’ุฌููˆู’ุง ุณููˆูŽุงูƒูŽ

God, this sinful slave of Yours is turning to You (for salvation).
Verily, I have sinned and so I implore You (for Your forgiveness).
You forgive for You are the All-Forgiving.
But if You refuse, to whom is our recourse?

ุงูู„ูฐู‡ููŠู’ ู„ูŽุณู’ุชู ู„ูู„ู’ููุฑู’ุฏูŽูˆู’ุณู ุงูŽู‡ู’ู„ู‹ุง
ูˆูŽู„ูŽุง ุงูŽู‚ู’ูˆูฐู‰ ุนูŽู„ูฐู‰ ู†ูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุญูู€ูŠู’ู…ู
ููŽู‡ูŽุจู’ ู„ููŠู’ ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู‘ุงุบู’ู€ููุฑู’ ุฐูู†ูู€ูˆู’ ุจููŠ
ููŽุงูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุบูŽุงููุฑู ุงู„ุฐูŽู‘ู†ู’ุจู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู

God, I certainly do not deserve to enter Paradise (on account of my sins),
and I definitely do not possess the ability to endure the fires of Hell.
So allow me to repent (sincerely) and forgive all my sins (past, present & future)
for You are surely the Forgiver of all sins โ€“ however minor or severe.

Source: http://taqwa.sg/v/articles/al-itiraf/