image

This is the picture of hope. Someday I will found my partner. o:)

Iklan
9:37 pm »

Men desire a beauty in a women but they admire modesty. Beauty fades but character stays. After a while the most beautiful women looks average, but the pious increase in beauty each day.
Imam Muhammad Al Baqir

Soulmate

“People think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they’re tear your down walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, their come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mate purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master…”

Elizabeth Gilbert

She can’t be alone
She looks sad down
She’s always wondering
Why’s everything be like this

They come and go
They run and fall
Then she looks what behind
She just feel insane

People are people
They judge and complaint
Everybody just want their justification
Purification in every single thing they did
Didn’t want to get into trouble
Just said be strong be tough and prepare to gone

Shimmering, something shining through her scene
She’s always hope for being there
She’s always hope for being there

Broken inside
People please help her
Don’t judge and complaint
Just giving some helping hand

She wants to listen
But sometimes it was just missing
Prematurely happened
Cause the baby would never come

Shimmering, something shining through her scene
She’s always hope for being there
She’s always hope for being there

210913-Aliyya

Muslimah Berkarya

Januari 26, 2013

Berawal dari ajakan seorang teman untuk mengikuti salah satu pengajian di bilangan jakarta selatan, Al-Azhar Pusat, yang diadakan oleh komunitas muslimah HC Jakarta. Materi ini disampaikan oleh Ust. Erika dan sangat menarik yaitu mengenai muslimah yang berkarya.
Dalam QS At-Taubah ayat 105:

105. Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dari ayat tersebut disebutkan bahwa Allah menyuruh hamba-Nya untuk bekerja, termasuk muslimah juga wajib berkarya. Namun tetap harus menjaga fitrah dan kodratnya. Seperti yang terdapat dalam surat An-Nur ayat 31:

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. “

Dan juga pada QS Al-Ahzab ayat 59:

59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari kedua ayat di atas disebutkan bahwa bagaimana seharusnya seorang wanita muslimah berpakaian dan kepada siapa saja boleh menampakkan auratnya. Selanjutnya pada QS Al-A’raf ayat 26 disebutkan mengenai pengertian pakaian:

26. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Ayat tersebut menyebutkan bahwa pakaian digunakan sebagai penutup aurat dan juga perhiasan. Akan tetapi sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa. Pakaian ketakwaan harus dijadikan kebiasaan, tidak hanya terbiasa menggunakan baju bagus namun juga perilaku yang lebih baik lagi.

Wanita boleh berkarya dengan tetap memperhatikan batasan-batasannya. Keridhaan Allah di atas segalanya meskipun suami dan orang tua ridha. Wanita juga tidak boleh bepergian sebagai musafir apabila tidak ada mahramnya.

Yang seringkali menjadi dilema bagi wanita muda adalah antara karir dan pernikahan. Penting nih untuk persiapan kita berkeluarga ke depannya. Antara karir dan pernikahan harus memperhatikan unsur manfaat yang besar untuk umat, anak, dan suami daripada mudharatnya. Wanita berkarya bukan untuk mencari nafkah tapi untuk berkontribusi. Seperti yang terdapat pada QS An-Nisa ayat 34:

34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…..

Beliau juga menjelaskan QS An-Nur ayat 60 mengenai wanita menopouse yang boleh menanggalkan pakaian luar/abayanya dan tidak bermaksud untuk tabarruj (menampakkan perhiasan):

60. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian* mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

*pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat

Sebenarnya banyak materi yang disampaikan oleh Ust. Erika, namun saya tidak lengkap mencatatnya. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat kita sebagai wanita agar tetap istiqomah dijalan-Nya!

Hidayah di tangan Allah dan diberikan hanya kepada orang yang mau.

It shouldn’t be broken

Setelah bercerita sedikit mengenai apa yang sedang saya alami, ternyata seorang kakak berbaik hati untuk mencarikan saya beberapa artikel yang membantu dalam memberikan beberapa sudut pandang baru. Dan sepertinya saya mulai tertarik dengan dunia psikologi. Hitung-hitung sebagai persiapan untuk berumah tangga nanti hehe 🙂

happy family

Broken home dapat dilihat dari dua aspek yaitu

(1) keluarga itu terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab salah satu dari kepala keluarga itu meninggal dunia atau telah bercerai,
(2) orang tua tidak bercerai akan tetapi struktur keluarga itu tidak utuh lagi karena ayah atau ibu sering tidak di rumah, atau tidak memperlihatkan kasih sayang lagi. Misalnya orang tua sering bertengkar sehingga keluarga itu tidak sehat secara psikologis.

Dari keluarga yang digambarkan di atas tadi, akan lahir anak-anak yang mengalami krisis kepribadian sehingga perilakunya sering tidak sesuai. Mereka mengalami gangguan emosional bahkan neurotik.
Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat.

Namun, broken home dapat juga diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena sering terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir pada perceraian. Kondisi ini menimbulkan dampak yang sangat besar terutama bagi anak-anak. Bisa saja anak jadi murung, sedih yang berkepanjangan, dan malu. Selain itu, anak juga kehilangan pegangan serta panutan dalam masa transisi menuju kedewasaan.
Karena orangtua merupakan contoh (role model), panutan, dan teladan bagi perkembangan anak-anaknya di masa remaja, terutama pada perkembangan psikis dan emosi, anak-anak perlu pengarahan, kontrol, serta perhatian yang cukup dari orang tua. Orangtua merupakan salah satu faktor sangat penting dalam pembentukan karakter anak-anak selain faktor lingkungan, sosial, dan pergaulan.

Faktor-faktor Penyebab

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan broken home adalah :
1.Ketidak dewasaan sikap orang tua

Ketidakdewasaan sikap orang tua salah satunya dilihat dari sikap egoisme dan egosentrime. Egoisme adalah suatu sifat buruk manusia yang mementingkan dirinya sendiri. Sedangkan egosentrisme adalah sikap yang menjadikan dirinya pusat perhatian yang diusahakan oleh seseorang dengan segala cara. Pada orang yang seperti ini orang lain tidaklah penting. Dia mementingkan dirinya sendiri dan bagaimana menarik perhatian pihak lain agar mengikutinya minimal memperhatikannya. Akibatnya orang lain sering tersinggung dan tidak mau mengikutinya. Misalnya ayah dan ibu bertengkar karena ayah tidak mau membantu mengurus anaknya yang kecil yang sedang menangis alasannya ayah akan pergi main badminton. Padahal ibu sedang sibuk di dapur. Ibu menjadi marah kepada ayah dan ayah pun membalas kemarahan tersebut, terjadilah pertengkaran hebat di depan anak-anaknya, suatu contoh yang buruk yang diberikan oleh keduanya. Egoisme orang tua akan berdampak kepada anaknya, yaitu timbulnya sifat membandel, sulit disuruh dan suka bertengkar dengan saudaranya. Adapun sikap membandel adalah aplikasi dari rasa marah terhadap orang tua yang egosentrisme. Seharusnya orang tua memberi contoh yang baik seperti suka bekerja sama, saling membantu, bersahabat dan ramah. Sifat-sifat ini adalah lawan dari egoisme atau egosentrisme.

2. Kehilangan kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak

Kurang atau putus komunikasi diantara anggota keluarga menyebabkan hilangnya kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak. Faktor kesibukan biasanya sering dianggap penyebab utama dari kurangnya komunikasi. Dimana ayah dan ibu bekerja dari pagi hingga sore hari, mereka tidak punya waktu untuk makan siang bersama, sholat berjamaah di rumah dimana ayah menjadi imam, sedang anggota keluarga menjadi jamaah. Di meja makan dan di tempat sholat berjamaah banyak hal yang bisa ditanyakan ayah atau ibu kepada anak-anaknya seperti pelajaran sekolah, teman di sekolah, kesedihan dan kesenangan yang dialami anak. Dan anak-anak akan mengungkapkan pengalaman perasaan dan pemikiran-pemikiran tentang kebaikan keluarga termasuk kritik terhadap orang tua mereka. Yang sering terjadi adalah kedua orang tua pulang hampir malam karena jalanan macet, badan capek, sampai di rumah mata sudah mengantuk dan tertidur. Tentu orang tidak mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dengan anak-anaknya.

Akibatnya anak-anak menjadi remaja yang tidak terurus secara psikologis, mereka mengambil keputusan-keputusan tertentu yang membahayakan dirinya seperti berteman dengan anak-anak nakal, merokok, meneguk alkohol, main kebut-kebutan di jalanan sehingga menyusahkan masyarakat. Dan bahaya jika anak terlibat menjadi pemakai narkoba.

Pada umur yang relatif labil yaitu, (+/-) 15 – 19 Tahun, pada masa remaja sampai dewasa inilah yang berbahaya dan bisa mempengaruhi psikologis anak, karena tidak menutup kemungkinan pada masa ini akan timbul pengaruh positif maupun pengaruh negatif yang terjadi pada anak tersebut, hal ini tergantung dari antisipasi yang akan di ambil oleh orang tua, dimana ia harus lebih memberi perhatian dan pengertian secara perlahan terhadap anak.

Memburuknya komunikasi diantara suami istri ini seringkali menjadi pemicu utama dalam keluarga broken home. Oleh sebab itu sangatlah penting rasa saling percaya, saling terbuka, dan saling suka diantara kedua pihak agar terjadi komunikasi yang efektif. Dalam keadaan ini, kematangan kepribadianlah yang menentukan penerimaan peran dari pasangan komunikasinya. Setiap individu dilahirkan dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda oleh sebab itu saling pengertian antarpasangan juga sangatlah penting.

Dalam suasana keluarga yang broken home bukan hanya komunikasi yang memburuk, tetapi juga terdapat aspek yang tidak relevan dalam hubungan itu, sehingga menyebabkan berkurangnya ketertarikan antardiri pasangannya. Lemahnya ketertarikan ini bisa berdampak pada pengabaian sosial termasuk pengabaian afektif (Affective Disregard). Dalam hal ini, dapat diuraikan bahwa dalam keluarga yang broken home antarpasangan terjadi pelemahan rasa saling menilai secara positif, yang terjadi penilaian menjadi cenderung negatif antara satu pasangan dengan pasangannya.

Dari semua fenomena di atas, akan bisa berdampak pada perkembangan psikologis anak dalam keluarga itu.

Anak yang broken home bukanlah hanya anak yang berasal dari ayah dan ibunya bercerai, namun anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh, dimana ayah dan ibunya tidak dapat berperan dan berfungsi sebagai orangtua yang sebenarnya. Tidak dapat dimungkiri kebutuhan ekonomi yang semakin sulit membuat setiap orang bekerja semakin keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, orangtua seringkali tidak menyadari kebutuhan psikologis anak yang sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan hidup. Anak membutuhkan kasih sayang berupa perhatian, sentuhan, teguran dan arahan dari ayah dan ibunya, bukan hanya dari pengasuhnya atau pun dari nenek kakeknya.

Perhatian yang diperlukan anak dari orangtuanya adalah disayangi dengan sepenuh hati dalam bentuk komunikasi verbal secara langsung dengan anak, meski hanya untuk menanyakan aktivitas sehari-harinya. Menanyakan sekolahnya, temannya, gurunya, mainannya, kesenangannya, hobinya, cita-cita dan keinginannya. Ada anak di sekolah yang merasa aneh, jika temannya mendapatkan perhatian seperti itu dari orangtuanya, karena zaman sekarang hal tersebut menjadi sangat mahal harganya dan tidak semua anak mendapatkannya.

Dampak dari keegoisan dan kesibukan orangtua serta kurangnya waktu untuk anak dalam memberikan kebutuhannya menjadikan anak memiliki karakter mudah emosi (sensitif), kurang konsentrasi belajar, tidak peduli terhadap lingkungan dan sesamanya, tidak tahu sopan santun, tidak tahu etika bermasyarakat, mudah marah dan cepat tersinggung, senang mencari perhatian orang, ingin menang sendiri, susah diatur, suka melawan orang tua, tidak memiliki tujuan hidup, dan kurang memiliki daya juang.

Solusi terbaik untuk anak-anak tersebut bukanlah psikolog, guru dan ulama, melainkan orangtua yaitu ayah dan ibunya di rumah yang dapat berperan dan berfungsi selayaknya orang tua. Anak-anak tidak akan berbicara secara verbal mengenai kebutuhan dan keinginan hati kecilnya, tetapi mereka akan berbicara dalam bentuk perilaku yang diperlihatkannya dalam keseharian. Alangkah bahagia dan senangnya anak-anak, jika orangtua dapat mengerti dan memahami fungsi dan peran orang tua sebagaimana mestinya. Andai saja orangtua dapat mengurangi keegoisannya dan menyisihkan waktu memenuhi kebutuhan psikologis anak-anaknya, maka anak akan menjadi generasi yang berintelektual tinggi dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan harapan dan cita-cita orangtuanya.

Pemaknaan cinta orangtua akan semakin mengarah pada negativitas seiring dengan munculnya beberapa hal berikut ini:
1. Ketiadaan perhatian fisikal yang dirasakan oleh remaja dalam keluarga broken home
2. Konfliks antara orangtuanya dirasakan semakin mengarah pada egoisme ayah-ibunya tanpa mempertimbangkan eksistensi remaja itu,
3. Kurangnya pemahaman spiritualisme dalam menghadapi kenyataan hidup berkaitan dengan situasi broken home,
4. Kurangnya sosialisasi dari lingkungan sosialnya untuk memandang hal itu dari sisi positif, dan
5. Taraf perkembangan sosioemosional yang belum dewasa.

Dampak pada anak-anak pada masa ketidakharmonisan, belum sampai bercerai namun sudah mulai tidak harmonis:
1. Anak mulai menderita kecemasan yang tinggi dan ketakutan.
2. Anak merasa jerjepit di tengah-tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah
3. Anak sering kali mempunyai rasa bersalah.
4. Kalau kedua orang tuanya sedang bertengkar, itu memungkinkan anak bisa membenci salah satu orang tuanya.

Dalam rumah tangga yang tidak sehat, yang bermasalah dan penuh dengan pertengkaran-pertengkaran bisa muncul 3 kategori anak.
1. Anak-anak yang memberontak yang menjadi masalah diluar. Anak yang jadi korban keluarga yang bercerai itu menjadi sangat nakal sekali karena:
1) Mempunyai kemarahan, kefrustrasian dan mau melampiaskannya.
2) Selain itu, anak korban perceraian jadi gampang marah karena mereka terlalu sering melihat orang tua bertengkar. Namun kemarahan juga bisa muncul karena:
• Dia harus hidup dalam ketegangan dan dia tidak suka hidup dalam ketegangan.
• Dia harus kehilangan hidup yang tenteram, yang hangat, dia jadi marah pada orang tuanya kok memberikan hidup yang seperti ini kepada mereka.
• Waktu orang tua bercerai, anak kebanyakan tinggal dengan mama, itu berarti ada yang terhilang dalam diri anak yakni figur otoritas, figur ayah.
2. Anak-anak yang bawaannya sedih, mengurung diri, dan menjadi depresi. Anak ini juga bisa kehilangan identitas sosialnya.

Beberapa psikolog menyatakan bahwa bantuan yang paling penting yang dapat diberikan oleh orangtua yang bercerai adalah mencoba menenteramkan hati dan meyakinkan anak-anak bahwa mereka tidak bersalah. Yakinkan bahwa mereka tidak perlu merasa harus ikut bertanggung jawab atas perceraian orangtuanya. Hal lain yang perlu dilakukan oleh orangtua yang akan bercerai adalah membantu anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan tetap menjalankan kegiatan-kegiatan rutin di rumah. Jangan memaksa anak-anak untuk memihak salah satu pihak yang sedang cekcok, dan jangan sekali-sekali melibatkan mereka dalam proses perceraian tersebut. Hal lain yang dapat membantu anak-anak adalah mencarikan orang dewasa lain seperti bibi atau paman, yang untuk sementara dapat mengisi kekosongan hati mereka setelah ditinggal ayah atau ibunya. Maksudnya, supaya anak-anak merasa mendapatkan topangan yang memperkuat mereka dalam mencari figur pengganti ayah ibu yang tidak lagi hadir seperti ketika belum ada perceraian.

Berikut ini beberapa saran untuk mengatasi kesedihan anak dalam melewati proses perceraian orang tuanya:
• Dukung anak Anda untuk mengungkapkan perasaan mereka, baik yang positif maupun negatif, mengenai apa yang sudah terjadi.
• Beri kesempatan pada anak untuk membicarakan mengenai perceraian dan bagaimana perceraian tersebut berpengaruh pada dirinya.
• Bila Anda merasa tidak sanggup membantu anak, minta orang lain melakukannya. Misalnya, sanak keluarga yang dekat dengan si anak.
• Jangan menjelek-jelekan mantan pasangan di depan anak walaupun Anda masih marah atau bermusuhan dengan bekas suami.
• Anak-anak tidak perlu merasa mereka harus bertindak sebagai “penyambung lidah” bagi kedua orang tuanya.
• Minta dukungan dari sanak keluarga dan teman-teman dekat. Orang tua tunggal memerlukan dukungan.
• Bilamana mungkin, dukung anak-anak agar memiliki pandangan yang positif terhadap kedua orang tuanya.

Sumber:
FKSU dan Jurnal dari Psikologi Gundar

Love you, Ummi

Hello there…

I just wanna share my little experience with my Mom. Long ago I often had tiff with her. We almost didn’t talk for three days just because a silly thing (my fault). Then I realized it can’t be like that. I still remember once I had a clue to get along well with my Mom; romantic-silly-mean I think now.

Well, that time I begged a pardon with poetry. I like to write a short poetry, so I thought it really romantic if I would have apologized with that way. Then I took a piece of tissue and started to write:

Should I?

What should I do?
If I made a mistake
If that was really a mistake

What should I do?
If I hurt someone
If she was really hurt

What should I say?
To made her not to be angry
With me

What should I say?
To repair our broken things
To fix up our life again

What the matted I’ve done?
Until she didn’t hear me
And didn’t care about me
Until she didn’t see me
Although I stand straight to her eyes

Mom..
Should you do this to me?
No voices..
Just cold eyes..

When should I say to you?
That I really love you
That I wanna say sorry
For every mistake
To change being a goodness

Liz 250407

I drew a heart picture at the end of poetry. I thought it would be dramatic (my exceed expectation). I placed it on the table on her room then I waited outside.
After she entered the room and got out again, I didn’t see any changes on her face. Wew, so I walked into her then I apologized. I said, “I had written poetry for you Mom!”.
Mom said, “What’s that? That’s just a piece of tissue! I didn’t understand with your hand writing!”
Great job, Liz! She didn’t understand English language. I think an ordinary way to apologize could be much better. Haha 😀
Well done! And the tiff it’s over, always with tears. Touched 🙂

Today is December 22nd, Mom’s day! Yesterday I found time to think to give a rose for Mom’s day. But it didn’t because rainy day. I also thought it could be troublesome if I give her roses with luggage for my new rent room.
My parent visited me to my new rent room this afternoon. I’m just happy to be with them for a couple hours. After a long hard-rain-riot-traffic time in a way back to home, my mood slowly down. I almost forgot to give her Happy Mom’s day’s gift. No roses. Then I remembered! I picked my Merry Berry donut that we bought a while ago, I took it into a plate then I give to my Mom.
Happy Mom’s day, Ummi! I kiss her three times! She’s happy, I know 🙂
Thank you for everything Ummi 🙂
I’m going to love you more.

Show your love as long as you can. Express it!
Happy Mom’s day everybody!

Yaumul Mahabbah (1 Dzulhijjah 1433 H)

Imam Ali (as) datang untuk meminang Sayyidah Fathimah Az-Zahra (as).

Rasulullah saw bersabda :

“Wahai Ali, orang-orang telah mendahuluimu meminang Fathimah kepadaku. Setiap kali ku sampaikan (itu) kepada putriku, tidak tampak persetujuan darinya. Karena itu biarlah aku berbicara padanya tentangmu”

Setelah itu, Nabi (saww) menemui Sayyidah Fathimah (as) dan berkata :

“Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib telah masyhur keluarga dan keutamaannya dalam Islam. Aku mohon kepada Tuhanku untuk menikahkanmu dengan makhluk-NYA yang paling baik dan paling dicintai-NYA. Bagaimana pendapatmu wahai Fathimah.?”

Sayyidah Fathimah (as) terdiam, dan Rasulullah (saww) pun keluar seraya berkata;

“Allahu Akbar..! Diamnya Fathimah (as) adalah persetujuan darinya”

Rasulullah (saww) kembali menemui Imam Ali (as) dan menyampaikan kabar gembira perihal persetujuan Sayyidah Fathimah (as).

Dalam riwayat lain disebutkan, Imam Ali menemui Rasulullah (saww) yang saat itu brada di rumah Ummu Salamah, ketika sampai didepan rumah Rasulullah (saww) Imam Ali mengetuk pintunya. Rasul (saww) berkata kepada Ummu Salamah;

“Bukalah pintu, orang yang mengetuk pintu adalah orang yang dicintai Allah dan Rasul-NYA, dan dia jiga mencintai Allah dan Rasul-NYA”

Ummu Salamah bertanya :

“Wahai Rasulullah, Ayah dan ibuku menjadi tebusan anda, siapakah yang anda maksud?”

Rasulullah (saww) bersabda :

“Wahai Ummu Salamah, diamlah, Dia Ksatria, lelaki pemberani, saudara putra paman, dan orang tercinta di sisiku”

Ummu Salamah bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu. Imam Ali (as) masuk dan mengucapkan salam kepada Rasulullah (saww), beliau duduk dekat Rasulullah (saww). Wajah Imam Ali (as) memerah lantaran malu. Beliau menundukkan kepala terdiam; tak mampu mengutarakan niatnya.

Beberapa saat berlalu dan keduanya tetap diam. Rasulullah (saww) memecah keheningan itu dengan bersabda;

“Wahai Ali, tampaknya engkau datang menemuiku untuk suatu keperluan, namun engkau malu mengutarakannya. Sampaikanlah keperluanmu tanpa malu dan yakinlah keinginanmu pasti diterima”

Imam Ali (as) menjawab,

“Wahai Rasulullah (saww), ayah dan ibu saya menjadi tebusan Anda..! Saya tumbuh besar di rumah Anda dan beroleh pendidikan dari Anda. Anda lebih baik ketimbang ayah dan ibu saya dalam mendidik saya. Saya beroleh hidayah melalui berkah keberadaan Anda. Wahai Rasulullah, Demi Allah, Anda adalah kekayaan dunia dan akhirat saya. Sekarang, telah tiba saatnya untuk membina sebuah rumah tangga, sehingga beroleh keterangan darinya. Jika Anda memandang baik, nikahkanlah saya dengan Fathimah. Sesungguhnya itu kebahagiaan terbesar bagi saya.”

Rasulullah merasa senang mendengar pernyataan Imam Ali (as). Beliau berkata :“Sabarlah, saya ingin tahu bagaimana pendapat Fathimah tentang hal ini”

Kemudian Rasulullah (saww) menemui Sayyidah Fathimah (as) dan berkata kepadanya :“Wahai putriku, Ali bin Abi Thalib datang meminangmu, setujukah bila aku menikahkanmu dengannya?”

Sayyidah Fathimah terdiam lantaran malu, namun tidak menunjukkan sikap menolak. Rasulullah (saww) paham bahwa diamnya Sayyidah Fathimah (as) merupakan tanda persetujuan darinya. Oleh karena itu Rasulullah (saww) berkata : “Allahu Akbar..! Diamnya Fathimah adalah setuju” (Abbas Azizi, 360 Fadhail Mashaib wa Karamat-e Fatimaeh)

Dalam kitab Hilyah al Auliya (5/59) Hafidz Abu Nu’aim menukilkan dr Ibn Mas’ud :

Acara pernikahan Sayyidah Fathimah dilangsungkan malam hari.

Keesokan harinya, Sayyidah Fathimah (as) menderita demam. Untuk menghibur putrinya, Rasulullah (saww) berkata kpd putrinya :

“Wahai Fathimah, aku menikahkanmu dengan seorang laki-laki yang di dunia ini merupakan pemimpin dan orang besar, sedangkan di akahirat dia termasuk orang-orang shaleh dan baik. Wahai Fathimah, takala Allah berkehendak menikahkanmu dengan Ali, Dia memerintahka Malaikat Jibril agar berdiri di langit keempat dan membacakan khutbah nikah dihadapan para malaikat yang berbaris-baris. Kemudian Allah memerintahkan kepada pohon-pohon surga agar membawa mutiara-mutiara dan menebarkannya kepada para malaikat. Setiap malaikat yang beroleh mutiara lebih banyak, maka dia membanggakan diri atas malaikat lain hingga hari kiamat”

Ummu Salamah menuturkan : “Sayyidah Fathimah membanggakan diri diatas para wanita lain, lantaran beliau adalah wanita pertama yang khutbah nikahnya dibacakan malaikat Jibril.

==

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aaali Muhammad ..

Ya Allah..Andai Kau berkenan Limpahkanlah rasa cinta pada kami,

yang Kau jadikan pengikut Rindu Rasulullah (saww) dan Khadijah Al Kubra (as),

yang Kau jadikan mata air kasih sayang Ali bin Abi Thalib (as) dan Fathimah Az-Zahra (as),

dan yang Kau jadikan Penghias keluarga Nabi-MU yang suci..

Semoga sepercik kebahagiaan kedua Manusia Agung itu akan kita rasakan juga kelak bersama seseorang yang kita cintai..

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad ..

Selamat Yaumul Mahabbah bagi pecinta Imam Ali (as) dan Sayyidah Fathimah (as).

Oleh: Haydar Syarif Alhusayn

Pemagangan Kewirausahan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali mengundang mahasiswa Universitas Bakrie untuk menghadiri kegiatan Pemagangan Kewirausahan Pemuda. Kali ini kementerian bekerjasama dengan Women Entrepreneurship Academy. Pemagangan ini dilaksanakan pada tanggal 28 sampai 30 Desember 2011 di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Dr. Inge Hutagalung selaku Direktur Eksekutif Women Entrepreneurship Academy yang kemudian diresmikan oleh Bapak Ir. Rathoyo Rasdan, MBA selaku Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda. Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan dalam pemagangan selama 3 hari:

1. Rabu, 28 Desember 2011
a. Sikap Mental dan Perilaku Wirausaha
Oleh Ir. Rathoyo Rasdan, MBA—Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda

b. Tehnik Pengelolaan Keuangan
Oleh Teddy Budiwan, MM

Salah satu hal yang paling saya ingat adalah bedakan keuangan untuk pribadi dan keuangan untuk bisnis. Kalau saya bilang dompet untuk jajan harus terpisah dengan dompet untuk usaha. 😀

2. Kamis, 29 Desember 2011
a. Kunjungan Lapangan ke Pembuatan Bantal di Pondok Melati, Bekasi—Bapak Rizal

Sayangnya saya tidak mengikuti kunjungan ini karena ada keperluan akademik di kampus.

b. Kunjungan Lapangan ke Pembuatan Mukena Lukisan di Pejompongan, Jakarta—Ibu Hj. Jetty

Rumah produksinya berisi berbagai macam karya seni lukis yang diabadikan pada pakaian. Ada mukena lukis, baju chiffon lukis sampai kain organza lukis. Semua karyanya bagus dan benar-benar ‘nyeni’. Lukisan-lukisan tersebut dibuat oleh adiknya sendiri dan tim pelukis dari Alda JP Collection.

Salah satu pecinta seni Indonesia mengatakan harga jual yang Ibu Jetty tawarkan masih tergolong murah karena ini merupakan suatu karya seni (meski saya masih menganggap itu mahal, maklum kantong mahasiswa…). Harga baju yang beliau tawarkan sekitar 400 ribu rupiah ke atas. Jika barang produksinya diikutsertakan dalam pameran UKM bisa melambung 3-4 kali lipat.

Untuk usaha seperti, menurut saya sangat kreatif dan bisa menembus pasar luar negeri. Semoga semakin sukses ya Bu usahanya dan bisa go Internasional untuk memperkenalkan seni Indonesia!

c. Usaha Laundry Kiloan
Oleh Anang Dwi Sambodo—Pemilik Bibi Londre’

Sepulang dari dua kunjungan, malam harinya kami masih mengikuti kelas yang diisi oleh pemilik usaha laundry Bibi Londre’. Pak Anang sangat rendah hati saat menceritakan pengalamannya dalam merintis usaha. Beliau tidak ragu berbagi cerita pahit manis perjalanannya kepada kami. Beliau juga menyampaikan tips-tips untuk membuka usaha laundry, bahkan hingga rahasianya lho. Selain membuka usaha laundry, Pak Anang juga telah mempublikasi tulisannya dalam 3 buah buku yang salah satunya berjudul “Siapa Bilang Orang ‘Bodo’ Nggak Bisa Jadi Pengusaha”.

Setelah saya searching info tentang beliau dari internet, ternyata Pak Anang juga punya usaha kursus Bahasa Inggris. Wah, salut deh buat ke-Low Profile-annya Bapak!

3. Jumat, 30 Desember 2011
a. Analisa Bisnis dan Diskusi Kelompok
Oleh Teddy Budiwan, MM

Hari terakhir kami melaksanakan diskusi kelompok dan presentasi perencanaan bisnis dari masing-masing kelompok. Kelompok saya membuat rencana bisnis makanan ringan sedangkan kelompok lain ada yang membuat perencanaan bisnis rumah makan, bisnis home made bakery, dan bisnis penyediaan air bersih. Masing-masing dari business plan tersebut diberi penilaian dan masukan sehingga memudahkan kita untuk memperbaiki kekurangannya.

Sangat menyenangkan dan bermanfaat bisa mengikuti kegiatan pemagangan seperti ini. 😀

Peran Perempuan Membangun Masyarakat Qur’ani

December 18, 2011

Siang ini saya menghadiri seminar khusus akhwat yang diadakan di ICC Jakarta. Berikut sedikit kesimpulan yang saya rangkum mengenai seminar dan tanya jawab yang telah dilakukan.
Semoga bermanfaat 🙂

“Peran Perempuan Membangun Masyarakat Qur’ani”
Oleh Dr. Laleh Iftikhariy, Ketua Komisi Al-Qur’an Parlemen Republik Islam Iran
Serta 4 orang rekannya

Q.S. Ali Imran: 25—27

3:25. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

3:26. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3:27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”

Mengapa dalam Al-Qur’an terdapat hak-hak atas wanita?
Karena Al-Qur’an membimbing manusia begitupula wanita yang juga memiliki peran mendidik.
Dalam Al-Qur’an wanita dan lelaki tidak berbeda. Maryam pernah bernazar saat sedang mengandung, apabila anak yang dimilkinya laki-laki maka akan menjadi orang yang khidmat ke tempat suci.

Q.S. Al-Ahzab:35

33:35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dalam ayat tersebut Allah S.W.T membedakan antara perempuan dan laki-laki, namun dalam hal keimanan sama saja.

Wanita dalam Al-Qur’an memiliki peranan sebagai tempat pembinaan masyarakat
• Sebagai juru rawat untuk masyarakat yang beriman
• Sebagai juru rawat untuk masyarakat yang kafir

Salah satu contohnya ada pada Asiah istri Fir’aun. Dalam keadaan sekitar yang begitu kafir bahkan suaminya sendiri, Asiah tetap berpegang teguh menjadi hamba Allah dan berjuang menciptakan masyarakat yang beriman dan melawan orang yang zalim. Begitupula dengan Maryam Ibunda Nabi Isa a.s. seperti yang dikisahkan dalam Q.S. At-Tahrim ayat 11 dan 12.

Q.S. At-Tahrim: 10—12

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

66:12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.


Bagaimanakah peranan wanita pada masa Imam Zaman?

1. Sebagai istri, dengan menyenangkan suami dan keluarganya, juga membatu menyempurnakan suami.
2. Sebagai ibu, dengan mendidik anak seperti Imam Husein.

Q.S. Lukman: 13—20

31:13. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”.

31:14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

31:15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

31:16. (Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

31:17. Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

31:18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

31:19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

31:20. Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

3. Menghormati bapak dan ibunya
4. Berperan untuk masyarakat dan dunia

Bagaimana mendidik anak dalam masa Imam Zaman?

• Seorang Ibu harus menjadi baik terlebih dahulu.
• Seorang Ibu yang ingin mendidik anaknya harus mengambil dari ajaran ﺍﷲ karena tidak ada yang lebih baik dari itu.
• Tahapan yang paling tinggi dalam mendidik anak adalah mengajarkan mengenai sesuatu yang halal dan haram. Apabila seorang anak sudah bias membedakan yang mana yang halal dan haram maka sudah masuk dalam tahap pendidikan yang tinggi.
• Memperhatikan pergaulan antara laki-laki dan perempuan terutama pada sekolah yang dicampur seperti kebanyakan di Indonesia.
• Bagaimana wanita berjalan, berdiri, dan duduk disebutkan dalam Al-Qur’an. Contohnya pada anak Nabi Syu’aib tentang bagaimana cara berperilaku.
• Wanita harus berbicara, melihat dan berpakaian yang baik.

Bagaimana menerapkan aturan Al-Qur’an dalam pemerintah di Indonesia yang tidak menerapkan hukum Islam?

• Dengan mengenal tugas terhadap Islam dan menerapkannya secara benar
• Negara Indonesia pada dasarnya Negara bebas karena pemerintah tidak melarang kegiatan Islam. Tidak seperti di Negara Amerika Serikat atau lainnya yang bahkan untuk memakai hijab saja sulit.
• Lihat kembali kisah Asiah istri Fir’aun bagaimana perjuangannya di tengah masyarakat kafir.

Bagaimana mendidik anak dengan kesabaran yang terbatas?

Wanita muslimah bisa saja mempunyai banyak gelar dari pendidikan tinggi namun tidak perlu hal itu semua dalam mendidik seorang anak hingga anak tersebut bias menjadi seorang mujtahid. Ketika menjadi seorang istri maka wanita mempraktekkan ilmu yang telah didapatnya seperti memanage keuangan rumah tangga.

Kunci untuk mendidik anak adalah dengan tafakur dan tadabur.

Anak-anak akan mencontoh dari perilaku kita bukan hanya dari apa yang kita sampaikan. Ada dua kondisi yang dimiliki manusia yaitu saat sedih dan tertawa (senang maupun susah). Perlakukan anak-anak dengan mengenalkan mereka pada kedua kondisi tersebut.

Apabila mereka melakukan hal yang baik, pegang kepalanya sambil memotivasi dan berikan hadiah untuknya. Anak juga harus memahami kondisi Ibunya saat senang maupun susah. Tampakkan kedua kondisi tersebut kepada anak sehingga anak bias mengerti. Kita haru bias menyampaikan dan menjadikan lebih baik generasi selanjutnya.

Wanita dan Feminisme

Feminisme timbul dari perlakuan yang kurang baik yang biasa terjadi pada Maseh atau Yahudi. Wanita tersebut menuntut hak yang sama dengan laki-laki dalam segala hal. Apabila wanita terus menuntut kesamaan dengan laki-laki maka akan terjadi pertentangan antara perempuan dengan lelaki. Wanita yang sekarang ini tampak bagaimana mereka berjalan, berpakaian menjadi kesenangan dan alat permainan laki-laki. Allah SWT tidak merendahkan laki-laki ataupun perempuan tapi untuk saling menyempurnakan. Ketika seorang perempuan maju maka ketika itupula keluarganya menjadi maju dengan pesat.

Berikut ini adalah rekaman lengkap mengenai Wanita dan Feminisme serta Toleransi Umat Beragama.